12.24.06
Mellow Abiss…
Hari itu, Pesawat Pelita berangkat on time dari makasar. walau begitu sampai di Soroako aku mesti langsung berangkat ke Teluk Bayur buat makan-makan ulang tahunnya Upi, tapi tetap saja aku ga rela untuk balik. 10 menit sebelum pesawat mendarat, rasanya pengen keluar dari Soroako, tempat yang membuat semua sedih terasa 1000 kali lebih sedih. Tempat yang membuat rasa sakit terasa 1000 kali lebih sakit. Tempat dimana satu hal buruk kadang menutupi banyak hal baik yang terjadi. Soroako adalah tempat aku belajar hidup dengan segala beban, dan rasa sakit. Diantara sekian banyak tawa dan canda yang kulalui disini, diantara sekian banyak kenangan dan pengalaman yang kudapatkan, diantara sebegitu banyaknya perubahan yang terjadi padaku, tempat ini memberiku banyak air mata, yang sering menutupi segala keindahan yang kulalui.
Tapi Pelita tidak peduli dengan segala yang kurasakan, pesawat itu tetap mendarat dengan mulus di bandara Soroako. Pramugari mengucapkan selamat datang. Hatiku berkecamuk, rasa yang menyesakkan dada itu menguasai seluruh jiwa ragaku. Kenapa perasaan ini tetap muncul dan muncul lagi.
Aku ingin jauh dari segala hal yang membuatku sedih dan sakit, aku ingin bertahan disini, karena takdirku masih disini. aku ingin melakukan yang terbaik di hidupku, dan aku ga mau hal-hal lain menghalangi.
Aku menunggu bagasi, rasanya lama banget. Jalan pulang ke dormitory terasa bagaikan jalan ke tempat pengisolasian. Aku berharap ada banyak hal yang bisa kulakukan untuk membunuh rasa sepi. Tapi kegiatan apa yang bisa dilakukan di Soroako?
Aku menarik koper ke kamar B33, 10 menit mencari kunci kamar di dalam tasku yang isinya sudah tidak karuan, pintunya terbuka. Kamarku sepi, ga ada kehidupan. Aaahhhhh… disinilah tempat aku mesti melewati hari-hariku. Aku berdoa, Allah, beri aku kekuatan untuk melanjutkan hidupku, mencapai cita-citaku, impianku. Jangan biarkan aku jatuh dan tidak sanggup berdiri lagi.
