07.25.07

Setahun http://titinfitriani.wordpress.com

Posted in MY OWN at 9:21 pm by Fitriani Titin

Sebenarnya ini posting yang terlambat. Tapi sudahlah, biasanya juga terlambat kan? ^_^.
Blog ini lahir tanggal 7 July 2006, posting pertama tanggal 15 July 2006 dengan nama Walk Away and Move On, dan bulan january 2007, aku menggantinya dengan Just an Ordinary Girl.
Tanpa ada target siapa dan berapa banyak yang akan membuka dan membaca, ternyata blog bisa membuka komunikasi dengan orang-orang yang tidak kukenal sebelumnya. seiring waktu semakin banyak yang membuka dan membaca apa yang kutulis. Aku merasa terharu…. Hehehhehe. Tapi juga merasa bersalah karena tidak meluangkan waktu sedikit lebih banyak lagi untuk men-update tulisanku.
Buat yang jadi tamu regular Just an Ordinary Girl, terimakasih atas kunjungannya, buat yang suka ninggalin comment juga terimakasih banyak, senang rasanya ada yang menanggapi apa yang ditulis.

^_^

07.22.07

Ayo Belajar Jadi Reporter di Sorowako.net

Posted in MY OWN at 7:27 am by Fitriani Titin

Minggu kemarin ada workshop menulis yang diadakan oleh mas Agam, dari External Relation, pembicaranya Mbak Lyli dan mas Farid yang mengelola panyingkul.com.
Workshop yang bertujuan memberi inspirasi kepada orang-orang untuk mulai menulis, dan memberi sedikit pengetahuan teknical dalam menulis ini, sebagian besar berisi “promosi” portal www.Panyingkul.com dan www.english.ohmynews.com, dengan mengemas “promosi” tersebut dalam bentuk cerita di balik tulisan citizen reporter yang mereka latih dan training selama ini.
Tujuan utama workshop ini adalah untuk menarik penulis-penulis soroako mulai menulis tentang Soroako di www.soroako.net, sehingga Soroako bisa mendunia. Kalau sekarang, kata mas Agam, jika kita mengetik kata Soroako di search engine yang pertama kali muncul adalah blog Titin, atau Selvi atau Sultan. (hehhehehe, aku sedikit senang kalau tau kalau ternyata blog ku muncul di baris pertama), yang kita (red : Sorowako.net) inginkan adalah, jika Soroako diketik, yang muncul di baris pertama adalah Sorowako.net. (red: dalam hati aku bilang, blog saya muncul pertama kali kalau yang diketik Soroako pak, tapi kalau Sorowako, ga yang pertama koq.. J) Dan malam itu, setelah workshop ditutup, resmilah kompetisi menulis pertama kali untuk sorowako.net dimulai. Tema yang diambil, yang paling sederhana, Sorowako dan saya, dengan tenggang waktu 2 minggu, sehingga tanggal 20 Agustus bisa dilakukan launching Sorowako.net.
Hhhhaaaahhhhh…. Walau buatku menulis bukan hal yang terlalu asing, tapi bad news–nya adalah, aku ga bisa menulis untuk jurnalistik, karena bahasa jurnalistik dan bahasa blog sangat jauh berbeda. Menulis untuk blog, aku bisa berbicara dengan bahasa apa aja, bahkan dengan tema yang tiba-tiba berubahpun, dibenarkan. Karena ga ada aturan dalam menulis blog. Tapi kalau untuk jurnalistik yang harus factual, dan ada aturannya, aku ga terlalu yakin. Bahasa yang digunakan harus bahasa formal, ga boleh ada kata-kata “btw” atau “cape deeh” atau “lagi otw”, dan ga boleh ketawa cekikikan di dalam tulisan. Hehehheheh
Hhhhhuuuuuuhhhh (narik nafas dulu….). tantangan baru… Semangat!!!
buat yang mau ikutan, ayo belajar jadi penulis berita yang baik dan berguna (^_^), kirimkan hasil liputan dan tulisanmu ke Mas Agam atau Pak Yani Esbe , karena beliau berdua yang akan menjadi juri dalam lomba ini.

07.04.07

As Inventory

Posted in STOCK ITEMS at 11:34 am by Fitriani Titin

Seorang inventory bertugas memastikan persediaan item yang diperlukan untuk produksi secara langsung ataupun tidak langsung, tersedia dengan 5 R (Right Quality, Quantity, Price, Time, and Place). Setiap minggu biasanya ada aja item yang harus dikejar agar datang tepat waktu. Mulai dari item yang memang judulnya “Production Stopper” yang artinya bonus akan berkurang kalau item dalam kelompok ini sempat stock out, tapi ada juga item yang harus dikejar karena proyek pembongkaran pabrik atawa Major Shut Down akan segera dimulai, ada juga item yang harus dikejar karena kalau ga ada, maka email dan telepon yang menanyakan barang ini kapan datang tiba-tiba membludak (red:ga penting sih buat produksi tapi penting buat kesejahteraan hidup orang banyak, ^_^), ada juga item yang ga ada hubungan dengan produksi, hanya digunakan oleh segelintir karyawan, tapi “harus” ada. Nah, biasanya ini berhubungan sama management belonging ^_^. Kalopun kriteria di atas lagi damai-damai aja, biasanya aq nyari item yang kayaknya bakal bermasalah next ke depannya.

Apa aja sih yang harus dilakukan kalau emergency request terjadi?
Pertama yang pasti menganalisa dan memastikan kalau itu memang emergency request, dan emergencynya masuk ke kategory yang mana. kemudian memutuskan langkah apa yang harus dilakukan, ini akan melibatkan user, procurement, traffic, Exim, transport, dan warehouse.

Untuk kategory pertama, ini ga bisa diganggu gugat. Barang ini harus segera dikirim ke site, dengan cara apapun. Jika perlu aku terbang buat ngambil dimana barang itu sekarang ada (red : Ngarep mode on, hehehhehe).

Kategory kedua, biasanya barang-barang yang dibutuhkan sudah diminta dari 3 bulan sebelumnya, hanya saja selalu ada emergency request yang diminta dalam 1 bulan-1 minggu sebelum shut down dimulai. kalo ready stock di supplier, ga terlalu ada masalah karena bisa di AirFreight all the way to site, tapi kalo harus di fabrikasi dulu?

Kategory ketiga, di follow up, tapi harusnya item ini diusulkan ke FPA team untuk dijadikan barang under kontrak yang inventory dan warehousenya ditangani oleh supplier.

Kategory keempat, mmmmmmhhhhhh…… istilah yang kita pakai adalah, kalau item ini ga ada, produksi memang ga berhenti, tapi bisa diancam dapat warning. ^_^

Tapi pekerjaan besar dibalik itu adalah, kenapa barang-barang ini bisa berada di kondisi emergency request. Terutama kategory pertama, karena seharusnya safety stock yang dipasang harus cukup untuk mengatasi pemakaian yang tiba-tiba berubah, invest yang sedikit besar di inventory value tidak akan ada artinya dibandingkan lost production yang terjadi.

Ada beberapa penyebab stock out.
Stock out karena parameter minimum maksimum yang salah, berarti tanggung jawab inventory.
Jika permintaan order yang bermasalah ke supplier sehingga supplier terlambat menerima permintaan pembelian, berarti tanggung jawab procurement.
Jika supplier “lupa” mengirim item dan tidak ada yang memfollow up, akan pergi ke expediting area.
Jika transportasi yang terlambat, misalnya barang tersebut dijadwalkan masuk kapal minggu ini tapi ketinggalan dan harus ikut kapal selanjutnya, ini tim traffic yang bertanggung jawab.
Jika barang sudah datang, tapi entah kenapa lupa di receive di system sehingga tetap tercatat incoming, ini pergi ke warehouse bagian receiving.

Tapi dibalik semua itu, inventory mesti memastikan semua hal-hal tersebut tidak terjadi dengan membuat point of control di setiap titik berbahaya dalam rantai Persediaan ini.

Banyak report yang kubuat dan kugunakan sebagai point of control. Diantaranya :

Potensial stock out report, ini report yang berisi data item-item yang terancam stock out, dan harus diambil tindakan sebelum stock out terjadi.

Stock out report, ini report untuk yang sudah stock out, dan dari report ini mesti terlihat kapan barang-barang tersebut akan tiba di site, kalau production stopper, biasanya langsung di airfreight, kalau ga, pakai sea freight biasa saja, sehingga kalau ada user yang bertanya, sudah ada jawabannya

SRO outstanding, ini buat kinerja inventory sendiri

BRO outstanding, untuk melihat apakah setiap permintaan pembelian sudah diorder atau belum

Purchase Order atau PO (PO unauthorised, PO unprinted, PO no acknowledgment), semua ini berada di bawah tanggung jawab purchasing, tapi inventory tetap memastikan tidak ada yang terlambat-Team Procurement

Received offsite, berpedoman ke tanggal due date PO, jika sudah due date, harusnya sudah diterima di forwarder – team traffic

Status in transit, ini sebagai informasi PO akan masuk di jadwal kapal nomor berapa dan tanggal berapa – team traffic

Onsite received, memastikan SOH terisi di system seiring barang tiba di warehouse – warehouse team

Issued outstanding – memastikan setiap permintaan yang stock-nya available dilayani oleh warehouse – warehouse team

Walau masing-masing divisi bertanggung jawab atas performancenya, tapi karena ownership barang stock adalah inventory, team inventory mesti selalu mengintip apakah ada barang production stopper yang nyangkut di report-report tersebut.

Keseluruhan kerja di atas akan terlihat hasilnya dalam Inventory n Warehouse KPI, berupa angka service level dan turn over. Jika salah satu rantai ada yang tidak jalan, maka service level dan turn over tidak akan bisa mencapai target.

07.01.07

Credential Information

Posted in MY OWN at 12:48 pm by Fitriani Titin

Kadang bingung dengan kata-kata ini, kapan suatu informasi bersifat credential? Kalau suatu informasi dikatakan dengan jelas bahwa itu credential , maka statusnya jadi jelas. Tapi kalau tidak ada keterangan apapun, biasanya kuanggap itu tidak credential. Dan terus terang aku sering terpeleset mengenai ini. terutama informasi yang beredar di kantor. Say tentang issue kenaikan posisi. Kadang saat bersama teman-teman, kita saling berbagi issue siapa yang akan naik dan siapa yang tidak naik. Padahal biasanya info tersebut masih ada di level management. apa ini suatu yang bersifat rahasia? Entahlah, karena pada kenyataannya aku sering dapat gosip siapa yang akan naik posisinya sebelum ada announcement.Kalo yang rahasia banget sih bisa dijaga, seperti harga barang-barang stock yang sedang di tenderkan, atau tentang informasi gajiku. Biasanya orang-orang cuma nebak, tapi jarang banget hasilnya benar. ^_^

Pernah ngerasa ga? kadang setelah menceritakan sesuatu ke seorang atau 2 orang (^_^), tiba-tiba kepikiran, tadi itu informasi credential ga ya?? Ah, bodoh ah, kan ga ada yang bilang kalo itu credential. Tapi katanya juga, di suatu perusahaan semakin tinggi posisi seseorang, semakin kuat dia untuk tidak berbagi cerita. Ah, beneran seperti itu? Hehehheehhe, superintendent, manager dan VP juga manusia kan ya…. (nyari pembelaan diri nih ceritanya…) Kadang menurut kita itu bisa dibagi, tapi ternyata menurut orang lain itu tidak boleh dibagi.

Mmmmhhhhh… aku bingung, karena menjaga satu info yang sudah jelas dibilang rahasia aja, kadang bisa sangat susah, apalagi menjaga info yang kita ga tau credential atau ga.

Semoga ke depannya aku bisa menjaga penjaga rahasia yang lebih baik, karena rahasia juga suatu amanah kan? Jadi harus dijaga baik-baik.